Sabtu, 07 Januari 2012

Rayuan Alam - Bag 1


Pelayanan Hidup

Kulihat sebuah sepatu
Yang berjalan menderu
Langkahkan debu
Hingga berarti

Tak ada yang mesti kau takuti
Teruslah arungi hidup ini dengan gerakmu
Seperti sepatu
Yang tak kenal lelah melangkah

Hai kau..
Jadilah sepatu !



Yang mendekat dan yang menjauh

Berjalan mendekati mimpi
Sampai sulit rasanya untuk kembali
Sadarkah kau tertepi
Yang terus mendekat mengaur api

Berjalan lagi mendekati senja
Sampai tubuh mengembang bahagia
Sadarkah kau tebebas
Yang terus menjauh terlepas

Itulah bedanya
Yang kadang kita tak mengerti akhirnya
Walau begitu
Itu adalah sajak
Yangmenceritakan masa depan
Ada yang terjerat dan terlepas

Ketika melemah kau akan terjerat
Ketika menguat kau akan terlepas
Itulah hidup..
H  I D U P



Perempuanku

Kau yang menderu hebat
Kau yang tersenyum menatapku
Kau yang selalu tegar
Kau yang damaikan aku
Kau yang masuki mimpiku
Kau yang menungguku dibalik pintu saat petang
Kau yang ucapkan sayang di kala aku pulang
Kau yang cerewet di meja makan
Kau yang perhatikan kesehatan keluarga
Kau yang menciumku dikala pagi, senja, dan petang
Kau yang menungguku diranjang, tersenyum tersipu
Kau yang memelukku disitu hingga lepas semua lara
Terimakasih sayang..
Kaulah yang terhebat
Aku mencintaimu seumur hidupku
Semoga kau ada untukku
Di saat ajal menjemputku
Dan
Aku akan menunggumu disana
Ditempat yang damai dan abadi



Senyuman malam

Kau lihat senja mulai nanar
Hingga tak kubuka semua yang alfa
Inikah tandanya sebuah hari yang kelam
Ku berteriak, siapa aku ?
Yang tak terlihat di dera malam
Sampai ada secerca cahaya
Temukanku yang duduk sendiri
Di bawah pohon kehidupan
Dan mulai tersenyum
Tandamalam tak lagi murung

Tahukah kau sebenarnya
Dia hanyalah nyanyian sendu
Yang buat ahasverous terus bertuli
Parahnyahilang jalanku saat didera gelap
Tapi kadang malamberikan senyumnya
Untukku
Untuk merasakan birunya hidup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar